Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017
 MENIKAH ADALAH SETENGAH AGAMA Tanya: Sejauh manakah kebenaran orang yang berkata ketika hendak menikah, “Aku hendak menyempurnakan setengah agamaku,” maksudnya menikah. Jawab: Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta[1] menjawab, “As-Sunnah menunjukkan disyariatkannya menikah. Menikah merupakan salah satu sunnah para rasul. Dengan menikah—setelah taufik dari Allah subhanahu wa ta’ala—seseorang mampu mengalahkan banyak ajakan kejelekan. Sebab, menikah lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan, sebagaimana diterangkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Al-Hakim meriwayatkan dalam al-Mustadrak dari Anas radhiallahu ‘anhu secara marfu’, مَنْ رَزَقَهُ اللهُ امْرَأَةً صَالِحَةً فَقَدْ أَعَانَهُ اللهُ عَلَى شَطْرِ دِيْنِهِ, فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي الشَّطْرِ الْبَاقِي “Barang siapa yang Allah berikan rezeki berupa istri yang salihah, sungguh Allah subhanahu wa ta’ala telah membantunya atas setengah agamanya. Selanjutnya, hendaknya dia bertakwa kepada...
 EMPAT TINGKATAN PADA PUASA/SHAUM 'ASYURA Berkata Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah: "Puasa 'Asyuro ada 4 tingkatingkatan 1.  Kita berpuasa pada hari 9, 10, dan 11 al-Muharram dan ini merupakan tingkatan yang tertinggi.* Sebagaimana dalam hadits, yang diriwayatkan oleh al Imam Ahmad rahimahullahu dalam Musnadnya. «صوموا يوماً قبله ويوماً بعده خالفوا اليهود» _"Puasalah kalian sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, dan selisihilah orang-orang Yahudi."_ Dikarenakan juga, ketika seorang berpuasa 3 hari maka ia akan mendapatkan keutamaan puasa 3 hari setiap bulan. 2. Berpuasa pada hari ke 9 dan 10, Ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ:* _"Seandainya tahun depan aku masih hidup, maka sungguh aku akan berpuasa pada tanggal 9 (dari al-Muharram)."_ Hal ini tatkala dikhabarkan kepada beliau, bahwa orang-orang Yahudi mereka berpuasa pada tanggal ke 10 (al Muharram), maka beliau ﷺ ingin menyelisihi orang-orang Yahudi. Bahkan m...
HUKUM UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU ISLAM DAN BERISTIGHFAR AWAL TAHUN. Hukum Menyebarkan SMS Ajakan untuk beristighfar dan bertaubat pada Akhir Tahun Hijriyah, serta mengucapkan "Selamat Tahun Baru"* al-'Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah P e r t a n y a a n: Hari-hari ini banyak disebarkan melalui media-media ajakan untuk beristighfar dan bertaubat pada Akhir Tahun Hijriyah, serta mengucapkan selamat dengan datangnya Tahun Baru? J a w a b a n: "Semua itu BID'AH. Sebenarnya tidak ada Tahun Baru, itu sekedar istilah. Tidak ada tahun baru. Setiap hari mungkin saja engkau menyempurnakan tahun dari umurmu, setiap hari, setiap bulan, dan setiap pekan, sesuai dengan waktu kelahiranmu, tidak terikat dengan bulan Muharram. Namun itu (penyebutan tahun baru) hanyalah istilah. Dulu Khalifah 'Umar - radhiyallahu 'anhu - bermusyawarah dengan para shahabat, karena berdatangan kepada beliau surat-surat dinas dari para gubernur dan pegawai beliau tanpa...
HATI-HATI! TAKUT PADA JIN MAYORITASNYA TERMASUK KESYIRIKAN¹* ( _Akankah Kita Menukar Aqidah Kita Dengan Ketakutan Yang Tidak Jelas?_) Mufti: al-Imam Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah Pertanyaan:"Apakah takut kepada jin termasuk takut thabi'i (takut secara tabiat) ataukah bukan?"  Jawaban: "Takut dari jin, apabila itu adalah khauf (takut) sirr² dan dia meyakini bahwa jin tersebut bisa memberi manfaat dan mudarat, maka takut yang semacam ini masuk dalam kesyirikan. {وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا} [الجن : 6] " _Dan bahwasanya ada beberapa orang pria dari kalangan manusia mereka meminta perlindungan kepada beberapa orang pria dari kalangan jin maka jin tersebut semakin menambah dosa dan kesalahan bagi mereka_" Q.S. Al-Jin: 6 Dan keumuman rasa takut terhadap jin masuk-wallahu a'lam-dalam khauf (takut) ibadah. Karena dia meyakini bahwa jin tersebut bisa memberi muda...
Ditengah Derasnya Badai Fitnah dan Mahalnya Sebuah  Hidayah Ditulis oleh: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Mahalnya Sebuah Hidayah Bila menengok tatanan kehidupan umat manusia di masa jahiliyah, niscaya akan didapati potret kehidupan yang multi krisis. Sebuah kehidupan, yang umat manu-sianya dirundung kegalauan spiritual dan kepincangan intelektual. Tingkah polahnya sangat jauh dari norma-norma agama yang luhur dan fitrah suci. Sementara corak kehidupannya adalah kebejatan akhlaq dan dekadensi moral. Sehingga kesyirikan –yang merupakan dosa paling besar di sisi Allah– merajalela. Demikian pula pembunuhan, kezhaliman, perzinaan dan berbagai macam bentuk kemaksiatan lainnya tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Tak ayal, bila masa itu kemudian dikenal dengan masa jahiliyah. Di kala umat manusia berada dalam kegersangan hati dan haus akan siraman rohani inilah, Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang mengutus Nabi Muham-mad Shallallahu `alaihi wa sallam , membawa...