HUKUM NONTON SULAP DAN SIRKUS Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah ditanya : Sesungguhnya sebagian chanel televisi menampilkan tayangan pertemuan dengan tukang sihir dukun dan paranomal. Dan sebagian Muslimin semoga Allah menunjuki mereka, menyaksikan acara ini, dengan alasan untuk hiburan dan mengetahui metode dan cara mereka. Apa hukum mereka yang melihat ini? Apakah bisa dikatakan mereka pergi kepada dukun, bahwasanya mereka tidak diterima shalatnya empt puluh hari? سئل فضيلة الشيخ صالح الفوزان حفظه الله السؤال الآتي : " إن بعض القنوات الفضائية يعرضون لقاءات مع السحرة والكهان والمشعوذين ، وبعض المسلمين - هداهم الله - يشاهدون هذه الفقرات من باب التسلية ومعرفة أساليبهم وطرقهم ، ما حكم هؤلاء المشاهدين ؟ هل يصدق عليهم الذهاب إلى الكهان وأنه لا تُقبل لهم صلاة أربعين يوما ؟ Jawaban : Ulama senantiasa memperingatkan dari chanel televisi seperti ini. Mereka mengulang-ulang keharamannya. Maka wajib bagi setiap muslim mnjauhinya dan jangan bermudah-mudahan dalam perkara ink. Janganlah dia memasukkannya ke rumah atau tokonya. Wajib kaum muslimin mewaspadainya dengan sangat. فأجاب : ما زال العلماء يحذرون من هذه القنوات ، ويكررون التحريم ، فيجب على المسلم أن يتجنبها ولا يتساهل في شأنها ، ولا يدخلها في بيته أو في محله ، يجب على المسلمين أن يحذروا منها غاية الحذر . Tida ragu lagi, sesungguhnya jika membuka acara ini dan menyaksikannya maka ia berdosa. Karena dia tidak menjauhinya dan tidak meninggalkannya. Ditakutkan dia terkena ancaman ini. Tidak diterima shalatnya empat puluh hari, karena dia dihukumi pergi ke dukun. Jika dia buka chanel tersebut dengan maksud untuk mengetahui apa yang mereka sajikan, maka dia dihukumi seperti pergi kepada mereka (dukun), tidak ada bedanya. ولا شك أنه إذا فتحها ونظر إليها أنه يأثم بذلك ؛ لأنه لم يهجرها ولم يبتعد عنها ، فيخشى عليه أن يناله هذا الوعيد ، أنه لا يستجاب له صلاة أربعين يوما ؛ لأنه في حكم من ذهب إلى الكهان ، إذا فتح القناة عليهم قاصدا الاطلاع على ما يعرضون : فإنه في حكم من ذهب إليهم ، لا فرق . Akan tetapi terkadang dalam beberapa keadaan : Jika seorang ulama yang membuka chanelnya dan orang yang punya kecemburuan untuk tujuan mengawasi sajiannya dari kejelekkan sehingga memperingatkan darinya. Sehingga chanelnya dilarang (ditutup) jika memungkinkan dilarang, untuk tujuan ini tidak mengapa. لكن قد يكون في بعض الأحوال : إذا فتح أهل العلم وأهل الغيرة وأهل الحسبة لأجل أن يرصدوا ما فيها من شر حتى يحذروا منها ، وحتى تمنع إذا كان يمكن منعها ، لهذا الغرض لا بأس . أما إنسان يقضي وقته فيها ، أو يقول أطَّلِعُ عليها - وهو ليس له شأن في الإجراء الذي يقي منها - : فهذا لا يجوز له " انتهى. Adapun seorang insan yg menghabiskan waktunya disana, atau mengatakan "saya ingin menonton." Dalam keadaan dia tidak memiliki kemampuan untuk mencegah kejelekannya. Maka ini tidak boleh. http://www.alfawzan.ws/AlFawzan/FatawaSearch/tabid/70/Default.aspx?PageID=3331 sumber : t.me/ahaditdaiffa ⏩|| Grup Whatsapp Ma'had Ar-Ridhwan Poso 💽||_Join chanel telegram http://telegram.me/ahlussunnahposo 🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

Komentar