📆🔥🌺🌤UNTUK APA ENGKAU MENYIRAM KUBUR?
➖➖➖🌺🌨🌺➖➖➖
Termasuk khurafat yg tersebar ketika ziyarah kubur adalah menyiram kubur dengan air dan meletakkan gelas atau wadah berisi air di sisi kepala mayit, agar dia minum darinya dan mendinginkan diri. Lalu anak-anak disuruh berkumur-kumur dengannya agar gigi mereka terjaga.
Yang lainnya lagi menganggap, itu adalah sedekah jariyah buat mayit, tatkala burung-burung minum darinya. Ini juga kesalahan. Barang siapa ingin memberi minum burung atau hewan lainnya hendaknya meletakkannya jauh dari kubur, agar kubur tidak menjadi jalan lewat diinjak oleh hewan-hewan.
Semua ini termasuk bidah dan keyakinan batil yang tidak bermanfaat buat mayit. Sesungguhnya yang bermanfaat bagi mayit hanyalah amalannya, dan apa yang mengiringinya, seperti doanya anak shalih, ilmu yang bermanfaat yang ia tinggalkan sebelum mati.
Sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam :
"Jika mati anak Adam terputuslah semua amalannya kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yg bermanfaat dan anak shalih yang mendoakannya. (HR. Muslim)
Ibnu Umar radhiyallahu anhuma pernah melihat kemah (penutup) di kubur Abdurrahman bin Abi Bakr. Maka beliau mengatakan : "Lepaskan itu wahai anak muda, sesungguhnya yang bisa menaungi mayit adalah amalannya." (HR. Bukhary)
🎗 Dalam Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyyah 32/250 : Madzhab Hanafi, Syafii dan Hambali menjelaskan sunnahnya menyiram air di atas kubur setelah dikuburkan. Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam melakukan hal itu pada kubur Saad bin Muadz dan beliau memerintahkan begitu juga pada kubur Utsman bin Mazh'un. Madzhab Syafii dan Hambali menambahkan : Boleh meletakkan batu-batu kecil, berdasarkan riwayat Ja'far bin Muhammad dari ayahnya : Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam menyiramkan air ke kubur putranya, Ibrahim dan meletakkan kerikil-kerikil diatasnya."
Karena yang demikian itu lebih mengokohkan kuburan, agar tidak terhapus dan tanahnya tidak hilang tertiup angin. Selesai
Lihat : Tabyiin Al-Haqaaiq 1/246 Asnaa Al-Mathalib 1/328 Kasysyaaf Al-Qanaa' 2/138
💥 Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata : "Dalam masalah menyiram kubur ada banyak hadits akan tetapi berpenyakit sebagaimana aku terangkan dalam Al-Irwa' 3/205-206. Lalu aku menemukan dalam "Ausath Thabrani" sebuah hadits dengan sanad yang kuat, tentang Nabi shallallahu alaihi wasallam menyiramkan air ke kubur putra beliau, Ibrahim. Dan aku keluarkan haditsnya di kitab "Ash-Shahihah 3045" selesai dari Silsilah Al-Ahadits Adh-Dhaifah 13/994."
Adapun apa yang diyakini sebagian manusia, kalau menyiram kubur itu akan bermanfaat bagi mayit, maka ini adalah keyakinan batil tidak ada dasarnya. Akan tetapi hal itu disyariatkan agar tanahnya tidak longsor.
📨 Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata : "Adapun menyiram kubur, maka tujuannya adalah untuk menempelkan tanah. Tidak sebagaimana sangkaan orang awam, kalau tujuannya adalah untuk mendinginkan mayit. Karena mayit itu bukan didinginkan dengan air, akan tetapi didinginkan dengan pahala amalannya.
Akan tetapi disiram air agar tanahnya tidak longsor.
Selesai dari kitab Asy-Syarh Al-Kafi.
📬 Beliau rahimahullah juga ditanya :
"Apakah meletakkan air diatas kubur itu bermanfaat bagi mayit?
Beliau menjawab :
"Tidak bermanfaat bagi mayit. Barang siapa melakukan itu dengan meyakini hal ini, maka keyakinannya itu tidak benar. Sesungguhnya disiramnya kubur ketika penguburan itu agar tanahnya tidak berhamburan karena angin atau selainnya. Ini adalah tujuan menyiram kubur ketika penguburan. Adapun kalau mayit bisa mengambil manfaat dengannya maka mayit tidak bisa mengambil manfaat dengannya. Dan air tidak akan sampai kepadanya juga. Jasadnya tidak membutuhkan air.
📝 Selesai dari Nur Ala Ad-Darbi.
Sumber :
t.me/ahaditdaiffa
قناة البدع والاحاديث المكذوبة
⏩|| Grup Whatsapp Ma'had Ar-Ridhwan Poso
💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
من الخرافات المنتشرة عند زيارة القبور, رش القبر بالماء ووضع كأس أو اناء به ماء من جهة رأس الميت كي يشرب منه ويَبرَد به!! ويُؤمر الأطفال بالمضمضة من هذا الماء للحفاظ على أسنانهم!!
وآخرون يعتبرون ذلك صدقة جارية للميت حيث تشرب منه الطيور, وهذا أيضا خطأ, فمن أراد سقيا الطيور والبهائم جعلها بعيدة عن القبور حتى لا تتخذ طريقاً وممراً للبهائم.
فكل هذا من البدع ومن الاعتقادات الباطلة التي لا تنفع الميت, وإنما ينفع الميت عمله، وما لحقه من دعاء ولد صالح وعلم نافع تركه قبل موته,
كما قال النبي صلى الله عليه وسلم:"إذا مات الإنسان انقطع عمله إلا من ثلاثة من صدقةٍ جارية أو علمٍ ينتفع به أو ولدٌ صالح يدعو له" رواه مسلم
وقد رأى ابن عمر رضي الله عنهما فُسطاطًا على قبر عبد الرحمن ( ابن أبي بكر)، فقال: «انزِعْهُ يَا غُلاَمُ فَإِنَّمَا يُظِلُّهُ عَمَلُهُ» أخرجه البخاري
(فسطاطا) خيمة من شعر أو غيره لها أورقة حولها.
جاء في "الموسوعة الفقهية" (32/250) : " صرح الحنفية والشافعية والحنابلة ؛ بأنه يسن أن يرش على القبر بعد الدفن ماء؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم فعل ذلك بقبر سعد بن معاذ , وأمر به في قبر عثمان بن مظعون. وزاد الشافعية والحنابلة: أن يوضع عليه حصى صغار؛ لما روى جعفر بن محمد عن أبيه ( أن النبي صلى الله عليه وسلم رش على قبر ابنه إبراهيم ووضع عليه حصباء ) , ولأن ذلك أثبت له ، وأبعد لدروسه [يعني : انطماس القبر] , وأمنع لترابه من أن تذهبه الرياح " انتهى.
وينظر : "تبيين الحقائق" (1/246) "أسنى المطالب" (1/328)، "كشاف القناع" (2/138) .
وقال الشيخ الألباني رحمه الله : " في رش القبر أحاديث كثيرة ، ولكنها معلولة - كما بينت ذلك في "الإرواء" (3/205 - 206) . ثم وجدت في "أوسط الطبراني" حديثاً بإسناد قوي في رشه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لقبر ابنه إبراهيم ، فخرجته في "الصحيحة" (3045) " انتهى من " سلسلة الأحاديث الضعيفة " (13/994) .
أما ما يعتقده بعض الناس من أن رش الماء على القبر ينفع الميت ، فهذا اعتقاد باطل لا أصل له ، بل شرع ذلك لأجل تماسك التراب .
قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله : " أما رش الماء على القبر فالغرض منه تلبيد التراب وليس كما يظن العامة أن الغرض أن نبرد على الميت ، فإن الميت لا يبرده الماء ، وإنما يبرده ثوابه ، لكن من أجل أن يتلبد التراب " انتهى من "الشرح الكافي" .
وسئل أيضاً رحمه الله :
هل وضع الماء على القبور ينفع الميت؟
فأجاب : "لا ينفع الميت ، ومن فعل ذلك معتقداً هذا فعقيدته هذه غير صحيحة ، إنما يرش القبر عند الدفن لئلا تتفرق أجزاء التراب بالريح أو غيرها ، هذا هو المقصود من رش القبر عند الدفن ، وأما أن الميت ينتفع به فالميت لا ينتفع به ، والماء أيضا لا يصل إليه ، وجسمه ليس بحاجة إلى الماء " انتهى من "نور على الدرب" .

Komentar
Posting Komentar